Rabu, 04 Juni 2008

TUGAS 3 KENAKALAN REMAJA

Kenakalan remaja

Usia remaja adalah masa transisi yang memerlukan perhatian serius dari orang tua dan para praktisi pendidikan.usia ini juga dikatakan orang sebagai masa-masa “gawat”.bnyak hal-hal yang menarik remaja.mereka serba ingin tahu apa ini dan apa itu,mereka ingin mencoba sekolah baru,alam dan dunia baru,serta mencari jati diri baru.remaja juga mencoba menjadi orang dewasa,sementara mereka belum dewasa namun jug bukan lagi anak-anak.dan bahkan mencoba jatuh cinta.

Siapakah remaja itu??? Salah satu tabloib remaja edisi 03.Th 1 thn 2002 mendefinisikan remaja itu adalah “salah satu peralihan dimana terjadi perubahan-perubahan secara fisik dan psikologis,dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.perubahan psikologis ini mencakup intelektulnya,kehidupan emosi,kehidupan sosial dan seksual.

Kenakalan remaja akan timbul karena beberapa sebab,baik karena salah satu maupun bersamaan.diantaranya adalah :

1. Keadaan keluarga

Sebagian besar anak di besarkan oleh orang tua/keluarga.di samping itu kenyataan menunjukkan bahwa di dalam keluargalah anak mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang pertama kali.dengan demikian berarti seluk beluk kehidupan keluarga memiliki pengaruh yang paling mendasar dalam perkembangan anak.

sig maund freud berpendapat sebab utama dari perkembangan anak tidak sehat,ketidakmampuan menyesuaikan diri dan kriminalitas anak dan remaja adalah konflik-konflik mental,rasa tidak terpenuhi kebutuhan pokoknya seperti rasa aman ,di hargai,bebas memperlihatkan kepribadian dll.

W.A Bonger berpendapat penyebab penyimpangan pada perkembangan anak dan remaja adalah kemiskinan dirumah,ketidaksamaan sosial dan keadaan-keadaan ekonomi lain yang merugikan dan bertentangan.

Pada hakikatkan,kondisi keluarga yang menyebabkan timbulnya kenakalan remaja bersifat kompleks.kondisi tersebut dapat terjadi karna kelahiran anak di luar perkawinan yang sah menurut hukum atau agama.di samping itu,kenakalan remaja juga disebabkan keadaan keluarga yang tidak normal,yang mencakup “broken home”dan “quasi broken home”atau broken home semu.selain itu adalah kurangnya pendidikan agama di dalam keluarga.

2. Keadaan sekolah

Ajang pendidikan kedua bagi anak atau remaja merupakan masa pembinaan,penggemblengan dan pendidikan disekolah.selama dalam proses tersebut biasanya terjadi interaksi antara anak sesama remja dan antara anak-anak remaja dengan para pendidik.proses interaksi tersebut dalam kenyataannya bukan hanya memiliki aspek sosiologis yang positif.akan tetapi juga membawa akibat lain yang memberi dorongan bagi anak remaja seolah untuk menjadi delinkwen

Banyak indikasi yang membuktikan bahwa anak-anak remaja yang memasuki sekolah hanya sebagian saja yang benar-benar berwatak sholeh sedangkan sebagian yang lain adalah pemabuk,peminum dan pengisap ganja.indikasi lain yang tidak kalah penting dan menarik,terdapat diantara mereka yang “cross boy” dan “cross girl” keadaan ini memberi kesan sangat kuat bahwa kehidupan yang serba bebas tersebut kan mudah sekali ditiru oleh teman-temannya di sekolah.

Fenomena lain yang kerap kali muncul adalah suatu kondisi lain yang sebenarnya hanya sebagai akibat dari kuasa tertentu,dalam hal ini dapat di ambil contoh adanya hak anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga yang kurang mengutamakan dan mementingkan anak dalam belajar.biasanya anak-anak tersebut bersikap acuh terhadap tugas-tugas sekolah dan kehilangan rasa tanggung jawab dalam dirinya.

3. Keadaan masyarakat

Keadaan masyarakat dan kondisi lingkungan dalam berbagai corak dan bentuknya akan berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung ter hadap anak -anak remaja di mana mereka hidup berkelompok perubahan masyarakat yang berlangsung secara cepat dan di tandai dengan peristiwa peristiwa yang menegangkan, seperti persaingan di bidang perokonomian,pengangguran,fasilitas rekreasi yang bervariasi pada garis besarnya memiliki korelasi relevan dengan adanya kejahatan pada umumnya,termasuk kenakalan remaja.

Tidak ada komentar: